Movie Review: Toc Toc

A movie that give you a new perspective about specific mentall illness! (Google)
Directed by: Vicente Villanueva

Genre: Comedy

Country: Spain

Language: Spanish

Where to Watch: Netflix

So I watched Toc Toc, when I was getting bored with the usual police-suspense-drama series for a while. To refresh my mind, by looking some comedy movie—without romance.

I hate romantic comedy genre movies. To be honest.

Let’s see what’s going on in Toc Toc!

How Japan Celebrate February 14th, the Day of Love.

Waaaaah hari Valentine nih.

Apakah pembaca yang budiman punya ‘tradisi’ setiap tanggal ini tiba? Tuker kado misalnya *itu mah Natal woy*.

choco.jpg
cr: https://www.neuhauschocolate.com/valentine-chocolate/chocolates-category-en.htm

Valentine itu pasti identik dengan hal-hal yang berbau romantis dan dikait-kaitkan dengan pasangan deh ya. Dan ngga salah lagi, pastilah yang mendadak jadi terkenal banget adalah:

YAK TUL. Cokelat!

Padahal tiap saat cewek-cewek (termasuk gue) itu selalu ngeluh kebanyakan nyemil jadinya gendat. Tapi tiap Valentine pasti minta si pacar beliin cokelat. Atau ya si pacar sudah inisiatif beli cokelat sekardus mie instan. Yah sama aja dong kapan kurusnya 🙁 tapi gapapa. Subur = disayang wkwkwkwk.

Merk cokelat itu juga bervariasi. Kalau kamu sayang sama dia, pastinya ingin membelikan cokelat yang harganya waw dong. Selain sudah pasti rasanya enak, perilaku tersebut pun sebuah pembuktian bahwa cintamu niaaaaat banget terutama di hari yang istimewa ini *jiyeeeeeee*. Girls, selama si cowok ngga ngasih choki-choki buat hadiah Valentine, keep him!

Nah bahasan kali ini, gue mau berbagi pengalaman (sekaligus informasi) tentang ‘tradisi’ Valentine di Jepang!

Apakah Jepang bagi-bagi cokelat gratis?

SMA di Jepang. Seperti apa sih suasananya?

 

IMG_3631
Seragam sekolah SMA sailor gue, dipake jadi properti buat suting di kampus dulu haha. Ini baju khusus musim panas. Sekitar thn 2012.

Beberapa pembaca mungkin sudah tahu/pernah dengar kalau gue dulu SMA-nya di Jepang. Hanya ingin klarifikasi lagi, benar kok SMA-nya di Jepang, tapi sebelumnya gue sudah lulus SMA reguler (selama 3 tahun) di sebuah SMA Negeri di Jakarta. Dan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, foreigner diwajibkan ikut sekolah bahasa Jepangnya dulu biar lebih lancar. Sekolah bahasanya bervariasi. Ada yang memang khusus sekolah bahasa saja (nihongo gakko/日本語学校) atau daftar di sebuah sekolah biasa yang menyediakan course khusus untuk foreigner. I was in the second school.

Untuk jangka waktunya juga bermacam-macam. Bisa paling cepat 6 bulan, atau paling lama 1,5 tahun atau bahkan lebih, tergantung seberapa lancarnya kita saat belajar bahasa Jepang. Kalau tempat les bahasa Jepang, kegiatannya hampir kayak
-anak kampus. Bisa arubaito (atau part-time), dan belajarnya tok bahasa aja. Sedangkan kalau di sekolah, bisa ikut kegiatan ekskul, atau ngecengin senpai-senpai cakep bahahahaha.

Warning: Tulisan dan potonya banyak!

Waw! Tell me more, Senpai!