Kangen Masa Kuliah..

IMG_3900.JPGSudah hampir 3 tahun setelah gue lulus dari Kochi University di Shikoku Island. Ga berasa yeeee.

Padahal rasanya baru kemarin masih seneng-seneng sama temen-temen kuliah, merasakan panik dikejer-kejer harus beresin skripsi, menyempatkan waktu ngeband disela-sela cari uang saku sambil part time.. uuuu.

Dan akhirnya gue buka kembali gallery di kompi gue (niat hati buat cari bahan nge-blog sepanjang gue bedrest karena flu ini huhu), dan found many pictures that brought me back to the memory lane.

Sebenernya gue termasuk yang agak kuper juga di kampus. Lebih banyak ngabisin waktu di rumah, baca-baca, bikin lagu, atau ya nonton pilem.

Paling keluar kandangnya pas ada latihan ngeband, tawaran manggung, ajakan party-party dari teman-teman. But I really had fun at that time! Karena dibandingkan gue yang sudah bekerja saat ini, setidaknya selama kuliah temen-temen lo deket banget rumahnya dari rumah lo dan bisa dipanggil one call away. Kalo dah gawe? Yhaaa ntar kita bahas kapan-kapan deh ye ga enaknya gawe dimari kayak apa wkwk.

Nah, biasanya apa aja sih yang dilakukan mahasiswa/mahasiswi Jepang sama temen-temennya selain berkutat sama buku-buku dan dosen?

Berikut kegiatannya:

① At home drinking party

Karena orang Jepang sukaaaa banget sama yang namanya minum-minum, biasanya anak kuliahan itu daripada mihil ke bar/resto buat all you can drink, mereka biasanya borong di supermarket, beli minuman yang mereka mau dan ngedeprok deh di satu rumah temen yang mau ‘dikorbankan’ buat drinking party ini (bahasa Jepangnya: Nomikai 飲み会). Yaiyalah, secara kalo di resto udah waktunya dibatesin (biasanya cuma 2 jam atau 90 menit), satu orangnya harus bayar dari 2000-4000 yen-an. tekor kan?

Kalo di rumah temen/sendiri, paling keluarin modal buat beli minuman yang kita suka aja, dan biasanya tuan rumah yang mau ga mau harus sediain makanan juga :)))

Tapi tenang, untuk ‘biaya’ makanan yg sudah disiapin si empunya, biasanya tetep urunan kok. Satu orang biasanya 500-1000 yen aja tergantung yg punya rumah ngasih makan apa dan bahannya apa aja. Still, it’s cheaper, tho!

IMG_4936.jpg
Ini party-nya di rumah gue. Lagi pada bikin temaki zushi. Jadi gue bertugas menanak nasi, beberapa orang beli bahan-bahan sushi-nya, dan sisanya pada borong minuman.

Dan karena ini diadakan di rumah, biasanya party-nya ngga boleh berisik-berisik. Tapi keuntungannya, kita bisa ngerumpi sepuasnya sampe pagi dan bisa tidur alias numpang nginep di rumah si teman hehe.

IMG_2282.jpg
Contoh lain nomikai, dibarengi dengan bikin takoyaki di rumah temen gue.

Fun fact: apapun kosakata yang belakangnya ditambahi ~kai (〜会), semuanya berarti ‘kumpul/gathering alias party’. Seperti ‘Nomikai’ (drinking party), ‘Joshikai’ (Girls Party), ‘Bonenkai’ (End-year party), ‘Takoyaki-kai’ (Takoyaki party), dsb!

② Slumber Party! Why not?

Kalau ngga ada rencana ngapa-ngapain pas libur panjang, kenapa ga coba ‘homestay’ di kampung halaman salah satu temen dan adakan slumber party bersama?

Gue dan angkatan gue biasanya langganan ke rumah temen gue, namanya Emi, yang rumahnya di pedalamaaaaan banget. Naek kereta aja bisa ngabisin waktu 2 jam lebih, kereta lokal pulak. Terus sampai di stasiun, biasanya dijemput sama bapaknya pake mobil van gede, dan makan waktu 50 menit sampe ke rumahnya yang bener-bener jauh dari mana aja. Gileeee. Jadi meski ga bisa pulang kampung ke negara asal, cobain deh ‘kampung’nya Jepang hihihi.

img_3542.jpg
Pose setelah semuanya kebagian kado. Christmas Party merangkap Slumber Party. Emi yang baju garis-garis berambut pendek. Di ambil akhir tahun 2013.

③ Drinking Party!(Nomikai 飲み会)

Kalau ini, sama kayak contoh di atas, tapi ini lebih ke yang di luar.

Kalau nomikai yang formal begini, biasanya dilakukan sama temen-temen club, atau senpai-senpai yang nerima kohai baru, atau ada yang di-celebrate atas sebuah kejadian menyenangkan. Kawinan misalnya hahaha.

Nah yang di bawah ini, contoh nomikai di luar yang diadakan sama club film kampus. Biasanya urunan satu anak 2000-3000 yen udah termasuk all you can drink dengan berbagai makanan (biasanya course, berkisar 5-7 dishes).

IMG_2083_2.jpg
Nobody’s get harmed during the party ahahaha.

Karena ini di luar, biasanya orang-orang Jepang yang udah agak mabu, mulai membebaskan ekspresinya. Becanda-becanda, teriak-teriak, or they kiss each others! Yes, it’s true!

Ketimbang orang Jepang yang versi ‘normal’, biasanya orang Jepang mabu akan lebih mudah diajak ngobrol dan becanda. Ngga akan jaim kayak sehari-harinya. Tapi tetap hati-hati yaa.

④ Ke festival-festival dan poto-poto di purikura

Seperti yang pembaca tahu (atau pernah dengar), Jepang punya banyak festival-festival seru buat dikunjungi. Tapi paling meriah itu, biasanya summer festival ketika liburan musim panas atau bahasa Jepangnya Natsu-matsuri (夏祭り, libur musim panas = natsu yasumi 夏休み).

Yang gue suka dari musim panas, selain kembang api yang meriah, adalah jajanan tenda-nya wahahaha (bahasa Jepangnya yatai, 屋台). Selain murmer, lumayan kan cemal-cemil sambil jalan-jalan pakai yukata. Siapa tau kan ada kakak-kakak ganteng yang mau join sambil beliin sate ayam #eh

IMG_9027.jpg
Ini waktu gue di Kyoto malem-malem, pas Gion Matsuri. Teuteup aja fanaaas. Gion Matsuri cuma ada di Kyoto and it was gwreat. Sebelah gue, cewek Thailand-Taiwan namanya Ben.

Dan untuk mengabadikan momen, biasanya cewek-cewek Jepang  akan poto-poto. Ohiya dooong wajib itu. Tapi, cara Jepang mengabadikan foto yang ucul-ucul itu, ga cuma dari smartphone. Jepang masih punya photobox yang bisa kita customize sesuka hati, dibuat se-kyut mungkin, dan bisa dapet datanya ke hp kita. Namanya purikura. Hasilnya bikin kita makin cantik 80% HEHEHEHE.

IMG_9101.JPG
Mata gue jadi belo, wajah gue jadi tsakep geelaaaa.

So, being old-fashioned ngga jelek-jelek banget kan? Hihihi.

Karena libur musim panas di Jepang cukup lama (bisa 2 bulan-an), banyak emang teman-teman yang pulang kampung. Tetapi tetep kita bisa hangout sama temen-temen yang ga berencana pulang, dengan datengin festival-festival kayak gini (terutama buat yang *ahem* yombloh).

⑤ Part-time job (Arubaito)

Menjadi mahasiswa di Jepang (atau di LN lainnya), pastinya adalah hal dimana kita tengah mencari pengalaman baru, salah satunya di bidang pekerjaan. Sebagai awal mula, para mahasiswa biasanya akan mulai bekerja paruh waktu di berbagai tempat. Paling banyak, kalau untuk foreigner, dimulai dari restoran atau convenient  store (singkatnya Kombini).

IMG_3145.jpg
Part time di sebuah resto Nabe di Kochi. Taken on my last-day shift.

Apapun itu pekerjaannya, tujuan anak-anak asing yang merantau ya ngga jauh dari latihan ngomong. Kalo ngga gitu, pasti bakal susah memahami apa yang lokal bicarain dan yang ada malah miskom.

IMG_2626.jpg
I also worked as a bartender in my very last months towards graduation. The place was very fancy and expensive as well. Lololol

Untuk anak-anak mahasiswa yang ngga pulang kampung pas libur panjang, mereka biasanya lebih milih nambah uang saku dengan join part time job. Ngga hanya part time job tetap, tapi juga part time job yang bersifat sementara. Misal hanya during summer, atau satu hari, atau tiga hari saja. Jadi daripada nganggur, mahasiswa-mahasiswi Jepang biasanya rajin banget cari help-wanted buat part time job.

Cara pembayarannya, bisa per-jam atau per-hari. Ada yang dibayar per-bulan, ada juga yang hari itu juga. Suka-suka bosnya lah.

IMG_7778.jpg
Pernah iseng jadi guru bahasa Inggris anak TK dan sederajat. Senengnya ketemu anak-anak kecil! Dan yang ini, gue dibayarnya harian. Muayan banget lho.

Dimarahin bos? Dimarahin customer? Salah bawa pesanan? Ngga apa-apa. Namanya juga belajar. I’ve been there, done that. Ambil hikmahnya, gue bisa lancar berbahasa Jepang pun berkat ini 🙂

Fun fact: Karena masih berstatus mahasiswa dan dianggap belum berpenghasilan, semua gaji/bayaran yang masuk itu ngga dipotong pajak, lho! Nah makannya, kalau udah bekerja, gaji kita malah banyak dipotongnya huhuhu. Jadi manfaatkan waktu pas masih kuliah buat nabung! Mumpung bebas pajak dan banyak potongan harga! Hehehe

⑥ Ekskuuuuul~~

Yes! Ketika belum diganggu sama pekerjaan kantor, deadline, hari libur yang sedikit, kegiatan ekstra kulikuler di kampus juga banyak-banyakin. Selain bisa menyalurkan hobi, dari sini lah kita juga bisa bertemu banyak komunitas dan dapat kenalan teman baru.

IMG_1357.JPG
Jadi front-girl (?) band Indonesia Attack dengan hit single: Tak Ada Uang, Maka Ku Tak Sayang Abang.

Bisa simak lagi soal Indonesia Attack di sini 🙂

Di kampus-kampus di Indonesia, biasanya ekskul apa aja sih yang ada? Boleh banget lho share di kolom komentar 🙂

Kalau di Jepang, pastinya ga luput dari ekskul-ekskul budaya Jepang seperti:

Karate, Judo, Kendo, Sumo (yes! Kita ada ekskul sumo!), Manga (bener banget. Bisa nulis dan baca komik sepuasnya!), Upacara Minum Teh (iya, upacara minum teh ada ekskulnya dan ada grade-nya), Shodo (teknik menulis kaligrafi Jepang), Yosakoi (tarian tradisional Kochi), Ikebana (merangkai bunga), dll. Ini semua yang gue inget ada di kampus gue.

Selebihnya, Band (kita ada 3 grup band berbeda dan jelas, anggota-anggotanya juga beda hahaha ribet ye), fotografi, pecinta alam, film, modern dance, basket, sepakbola, mancing, astronomi, drama, study-club, dan lain-lainnya. Sayang aja ya ngga ada klub marawis disini… *nabuh gendang*

Fun fact: Kochi University punya satu klub ajaib: yaitu Club Gyudon! Ada yang tahu Gyudon itu apa?? Itu lho, semangkuk nasi yang atasnya ada irisan daging sapi yang wuenak banget rasanya. Dan biasanya club ini kegiatannya cuma ngumpul di satu tempat (di mana aja), makan gyudon sepuasnya sampe teler bareng-bareng. Sungguh club yang berfaedah :’)

Jadi, teman-teman dulu ikut ekskul apa ketika kuliah?

⑦ Lan-Jalan

Mungkin gue termasuk golongan orang yang ngabisin duit pas liburan ketimbang nambah duit dengan part time job wkwkwk.

Karena gue lebih suka explore keliling Jepang dan pastinya, dengan berbagai cara yang murah. Mumpung masih muda (halah), cari tiket kereta termurah, gapapa deh berjam-jam di kereta yang penting ke-angkut! Atau, cari tebengan temen yang bisa nyetir mobil ehe ehe ehe ehe. Biar hratis ehe ehe ehe.

IMG_3702.jpg
Graduation trip in Hokkaido. Masih pake harga pelajar wkwk.

Pastikan kalau mau jalan-jalan, uangnya beneran cukup. Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau kamu masih mahasiswa dan pengennya ngider melulu:

  1. Ongkos transportasi Jepang mueheeeel. Ga berasa lho ye sekali keluarin 160 yen, 200 yen… (berkisar 18ribu~22ribuan). Belum lagi kalau pengennya cepet-cepet naik Shinkansen. Sekali jalan (tergantung jarak) bisa sampe 1-2 juta rupiah! Bhay.
  2. Pastikan kamu bawa ID Card ya. Karena ya itu, jadi siswa/mahasiswa banyak dikasih diskonan harga. Entah di restoran, baju, bioskop, sepatu, bis, dll. Termasuk transportasi, biasanya untuk siswa/mahasiswa cuma bayar separonya aja. Jadi pastikan jangan sampai ketinggalan dan periksa tanggal expirednya.

⑧ Karoke

Karoke adalah hal wajib kalau udah kumpul sama orang-orang Jepang! Dan biasanya, karoke ini satu kombinasi bareng dengan nomikai. Jadi ketika lagi mabu-mabu-nya dan merasa mengekspresikan diri dengan kata-kata itu kurang, maka gerombolan orang Jepang akan pergi karokean.

Biasanya sampe pagi.

HAHAHA.

Iya bener. Mereka niat banget kalo karoke. Ga cuma 1-2 jam. Kalau suasananya mendukung banget atau besoknya libur ngampus, ya udah lah nyanyi ampe beler dah tuh. Apalagi, tempat karoke juga disediakan minuman dan makanan yang bisa dipesan kayak room service. Atau kalau masih kurang puas minum di pub/restoran (izakaya), ada plan untuk yang all-you-can-drink (dan jangan khawatir! Including yang non-alkohol juga kok). Dan ngeliat Jepang-Jepang ini nyanyi, lucu-lucu. Mereka pasti pede banget mau nadanya kemana, liriknya apaan, asal-asalan ngomong pas lagunya bahasa Inggris.. wah pokoknya kita ekspresikan sebebas-bebasnya tanpa rasa malu. Because what happens in the karaoke, stays in karaoke.

*paling tiba-tiba hape dipenuhi foto-foto aib*

IMG_3501.JPG
Real footage of me, unjuk gigi sebagai Ratu Karoke yang juara tingkat Kecamatan Bojongkenyot periode 2010~2014 sedang menyanyikan lagu ‘Bang Toyib’.

Hmm nampaknya, demikian lah postingan kali ini mengenai ‘Bagaimana mahasiswa-mahasiswi Jepang menghabiskan waktu saat kuliah’.

IMG_9256.JPG
Atau restoran+karoke? Angkut! (Foto diambil Juli 2013)

Dan gue sebagai satu-satunya anak Indonesia yang kuliah reguler selama 4 tahun di kampus gue pun akhirnya mengikuti ‘alur’ gaul mereka. Sama seperti pepatah: ‘Dimana Bumi dipijak, disitu Langit Dijunjung’. Gue sadar, gue ngga bisa menjadi ‘diri sendiri’ dengan ‘menolak’ ajakan mereka party dan lain sebagainya.

It’s okay kalau mau menolak, it’s your right. Tetapi, ngga boleh merasa aneh kalau cara orang-orang Jepang ber-sosialisasi dan bersenang-senang adalah minum sake raramean dan have fun. It is totally normal in Japan. Beda sama Indonesia yang cara gaulnya berbeda lagi. No drinks at all (I guess?).

Nih tambahannya untuk jadi anak gaul di Jepang:

  • Orang Jepang jarang nonton bioskop (kayak nobar). Bahkan yang pacaran juga dikiiit banget di bioskop. Kalau kata mas Opih, “Udah ketemu kok malah diem-dieman nonton film.” ‘ner uga. Dan sesama teman cewek pun, jarang sekali nonton bioskop ini dijadikan opsi buat menghabiskan waktu bersama.
  • Bowling/amusement park. Selain nomikai dan karoke, untuk have fun biasanya rame-rame main bowling. Yes! Orang Jepang suka main bowling. Mungkin karena bisa dimainin rame-rame dan cukup menghabiskan waktu karena menunggu giliran. Darts dan billyard juga bisa jadi opsi mainan bersama teman-teman.
  • Cewek-cewek Jepang suka gosip! Yes! Sebelum Lamtur merajai sosmed dengan hengpon jadulnya, biasanya kumpulan cewek-cewek itu ngomongin orang wkwk. Sadis-sadis lho. Jadi hati-hati ya kalau nyimpen rahasia. Meski gapernah nyebut merk, tetep aja diomongin hihihi. Dan untuk gabung ke Joshikai ini (khusus perempuan), harus berpakaian se-imut mungkin, dan rajin baca-baca majalah. Biasanya ntar isi obrolannya saling memuji, haha-hihi, atau bertukar informasi toko-toko sepatu.
  • Orang Jepang jaraaaang banget hangout di emol. Karena apa ya.. Mall di sini juga ngga gede-gede amat. Dan jarang banget nongkrong-nongkrong sambil ngupi-ngupi kayak Anak Gaul Jakarta. Makannya, waktu yang pas buat ngumpul bareng teman-teman ya pas malam hari. Sambil minum, makan, karokean. Bukan sekedar meet-up di cafe kafe borju. Kalau cewek-cewek (2-3 orang) biasanya masih mau nongkrong di cafe-cafe. Tujuannya ya buat poto-poto huehuehuehue.
  • Kalau makan di restoran izakaya, jangan kaget kalau orang Jepang lebih prefer pesen all-you-can-drink plan ketimbang all-you-can-eat (atau bahkan all-of-me-nya Jon Lejen).  Karena sake is lyfe, sake is love, drink > eat.
  • Kalau kamu ngga bisa minum sake/alkohol, it is tooootally fine. Orang Jepang bukan pemaksa. Kita bisa menolak dan minum softdrink, karena all you can drink plan pasti punya softdrink. Cukup bilang ke Tuan Rumah, pasti nanti akan dicarikan minuman non-alkohol agar kita tetap bisa enjoy.

Jadi sekian dulu ya bahasannya. Nanti kalau ada tambahan lagi, diedit lagi wkwkwk.

See ya soon!

4 thoughts on “Kangen Masa Kuliah..”

    1. hmmm iya, kebanyakan sendiri-sendiri aja. Karena yang jual tiketnya juga vending machine, dan orang ga peduli juga kalau kamu nonton sendirian hehehe.

Leave a Reply to viraindohoyCancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.