Beberapa tahun belakangan ini, gue mulai merasa (kebanyakan) rakyat Indonesia, terutama di Jakarta, ini lagi krisis banget sama hal-hal relijius dan budaya asing. Entah kenapa, kalau baca berita itu semua isinya ngga jauh-jauh dari hal berbau SARA, kebencian, dan hujatan sana-sini. Gue sampe heran, ini orang-orang kayak begini hidupnya senggang amat ya sempet-sempetnya dikit-dikit benci sama orang.
Beda pendapat, dibenci.
Beda jalan pikiran, dijauhi.
Beda agama, dimusuhi.
Beda perasaan, digantungi (?) *woy gosah curcol woy
Terkadang suka agak merasa, bahwa sebenernya kebiasaan ‘mengkotak-kotakkan’ antara satu sama lainnya ini udah ada sejak lama, tapi karena zaman dulu belum ada medsos atau media buat tempat koar-koar dan cari pasukan huru-hara, jadinya ngga terlalu dikenal dan kita cenderung nanggepinnya biasa aja. Dan ini sungguh berasa di usia gue yang sekarang, bahwa kebanyakan orang-orang yang menaruh sekat-sekat pembenci ini datangnya dari orang-orang yang seumuran orangtua gue.
Kebetulan? Gue rasa sih ngga.
Mohon maap ini curhatnya akan panjang lebar, so stick with me, ya.
